PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PHENOMENA KIMIA EDISI: 4

Latar Belakang

Upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan atau cita-cita, tidaklah selalu mulus dan lancar. Memang ada upaya yang telah dilakukan untuk mencapai tujuan yang dapat berjalan  dengan lancar dan berhasil mencapai tujuan yang diinginkan. Tetapi ada pula kemungkinan lain yang terjadi atau mengalami kesulitan, berjalan tertatih- tatih sudah berusaha keras tapi belum mencapai tujuan. Lalu apakah kejadian yang seperti ini langsung difonis memang sudah menjadi nasibnya untuk gagal yang harus diterima ? Hee…hee…tentunya tidak perlu secepat itu difonis, tetapi perlu dipelajari dulu penyebab kegagalan. Kalau sudah ketemu penyebab kegagalan, tetapi juga tidak tahu bagaimana cara harus melakukan supaya dapat berhasil, maka perlu minta bantuan untuk meminta pertolongan kepada pihak yang memiliki kemampuan tersebut.

Nhaaah, kejadian yang seperti ini bisa juga terjadi  sebaliknya, dimana ada pihak lain yang kesulitan dalam mencapai tujuan. Padahal sebenarnya kita mempunyai kemampuan untuk mengatasi  masalah atau kesulitan yang dialami oleh pihak yang kesulitan itu. Maka bilamana kita diminta untuk memberi pertolongan, alangkah sangat mulianya bila mau memberikan petunjuk dengan iklas.  Sebagai contoh: bilamana ada seseorang yang sedang kesulitan belajar mata kuliah tertentu karena hasil UTS dan atau UAS nya selalu rendah, maka tidak perlu malu – malu , merasa sungkan atau takut untuk minta tolong  dan  bertanya kepada dosen ataupun bertanya kepada temannya yang dianggap mampu sebagai tutor sebaya. Sedangkan siapapun yang dimintai tolong untuk menjelaskan dan memberi solusi tentang kesulitan yang dialami pihak lain, akan  menjadikan karakter yang sangat mulia kalau dapat dilakukan dengan baik dan iklas.  Begitu pula tentang adanya masalah-masalah apapun lainnya tentang masalah dibidang profesi, di dalam keluarga, di masyarakat, baik sebagai pihak yang kesulitan yang minta pertolongan maupun pihak yang mempunyai kemampuan untuk memberi pertolongan. Sehingga pihak yang memiliki masalah yang semula menjadi beban psikologis akan segera dapat diatasi dengan baik.

Analog dengan phenomena – phenomena yang terjadi seperti tersebut diatas yang kita semua mungkin pernah mengalami, tentang apa yang sebaiknya perlu dilakukan oleh pihak sebagai penolong dan sebagai pihak yang minta tolong, secara nyata juga terjadi / terdapat pada phenomena kimia yang istilahnya disebut : KATALISATOR.

Edisi 4  : PHENOMENA 4

PHENOMENA KIMIA TENTANG PERAN KATALISATOR DALAM REAKSI KIMIA  DAPAT MENJADI TELADAN SEBAGAI PENOLONG YANG IDEAL 

Phenomena Kimia

Katalisator adalah zat kimia yang dapat mempercepat laju reaksi, tetapi zat itu sendiri tidak mengalami perubahan yang kekal (tidak dikonsumsi atau tidak dihabiskan oleh zat-zat yang bereaksi). Contohnya adalah aksi larutan besi(III) klorida atau larutan FeCl3  sebagai katalisator yang memberi pertolongan terhadap peruraian larutan hidrogen peroksida (H2O2). Hidrogen peroksida (H2O2) dapat terurai menjadi air dan gas oksigen menurut persamaan:

2H2O2(aq)         2H2O(l)    +    O2(g)     

Pada suhu kamar, reaksi berlangsung sangat lambat sehingga praktis tidak bisa teramati. Namun, reaksi akan berlangsung cepat jika ditambahkan katalisator larutan besi(III) klorida atau larutan FeCl3. Larutan besi(III) klorida atau larutan FeCl3 yang mula-mula aslinya berwarna kuning jingga setelah dicampurkan ke dalam larutan hidrogen peroksida (H2O2) mula-mula pada awalnya warna campuran menjadi cokelat tetapi lama kelamaan warna campuran kembali menjadi kuning jingga lagi. Jadi larutan FeCl3 yang berfungsi sebagai katalisator setelah selesai menolong mempercepat reaksi, FeCl3  tetap eksis, tidak berkurang dan tidak bertambah, tidak menerima apapun dan tidak mengorbankan apapun, iklas dengan semua yang dilakukan.

Katalisator bersifat spesifik dalam suatu reaksi. Jadi peran jenis katalisator tertentu hanya bisa mengkatalisis reaksi tertentu. Berarti agar dapat mempercepat reaksi kimia tertentu perlu menggunakan katalisator yang tepat atau sesuai dengan kompetensinya, sehingga penulisan reaksi kimia dengan katalisator yang lengkap dapat ditulis sebagai berikut:

Contoh macam katalisator dengan reaksi spesifik yang lainnya:

1). Katalisator MnO2   pada  reaksi:   

2). Katalisator  Serbuk Fe + oksida logam lain pada reaksi proses Haber di pabrik amoniak: 

3). Katalisator V2O5  pada proses kontak reaksi oksidasi SO2 di pabrik asam sulfat :

4). Katalisator  Enzim yang sangat penting juga ada dalam system biologis. Reaksi-reaksi metabolisme dapat berlangsung pada suhu tubuh yang relative rendah berkat adanya suatu biokatalis yang bernama enzim. Macam enzim dalam tubuh manusia sangat banyak, yang berfungsi sebagai katalisator yang bersifat spesifik. Enzim dapat meningkatkan laju reaksi menjadi 1000 sampai 1000.000 kali.

5).Pada knalpot kendaraan bermotor juga terdapat katalisator untuk mempercepat reaksi oksidasi agar proses pembakaran  bahan bakar menjadi sempurna  tidak menghasilkan gas karbon monooksida (CO) yang berbahaya bagi kesehatan. Tetapi sayangnya, adanya katalisator yang dipasang di knalpot mudah diracuni oleh timah hitam  atau timbal (Pb) jika bahan bakarnya mengandung Pb.

Phenomena kimia tentang “peran katalisator” kiranya dapat menjadi petunjuk pada kita untuk berhati-hati agar dapat mencari / memperoleh pertolongan yang tepat   untuk mempercepat tercapainya tujuan yang kita inginkan.

Pendidikan Karakter

Sifat katalisator yang mempunyai kemampuan untuk menolong suatu proses reaksi kimia, juga bisa memberi keteladanan dalam kancah perhubungan di masyarakat sebagai petunjuk berbuat amal kebaikan untuk menolong membantu pihak lain, yang mengalami kesulitan dalam mencapai tujuan agar bisa mencapai tujuan/cita-cita atau dapat mempercepat tercapainya tujuan atau cita-cita.

Katalisator tidak dirugikan oleh oleh zat-zat yang bereaksi, karena katalisator dapat kembali utuh setelah berhasil dalam membantu keberhasilan reaksi. Tidak ada zat -zat beraksi yang dirugikan atau berkurang setelah dibantu mempercepat terbentuknya hasil reaksi. Dalam istilah kemasyarakatan, nampak bahwa katalisator adalah zat kimia yang iklas dalam menolong pihak yang lain. Tanpa adanya penambahan energi yang diberikan kepada katalisator untuk membantu keberhasilan atau membercepat keberhasilan pihal lain yaitu reaksi kimia. Katalisator tidak minta upah apapun dan dalam bentuk apapun.

Katalisator juga bersifat spesifik; artinya katalisator bersifat sangat menguasai tentang suatu masalah tertentu,  yang memang benar-benar mampu. Katalisator tertentu memang  mampu / mahir mengatasi masalah tertentu atau reaksi tertentu, karena katalisator adalah sangat professional dalam bidang tertentu. Kalau diambil contoh, misalnya  dalam bidang Pendidikan, pembelajaran, jika kesulitan dalam mata kuliah/ilmu tertentu maka penolongnya adalah penolong yang ahli dalam bidang mata kuliah/ilmu tertentu. Begitu pula contoh yang lain yang terjadi  di alam kehidupan bermasyarakat, jika minta bantuan untuk minta pertolongan, perlu memilih penolong yang benar-benar profesional agar hasilnya optimal dan tidak mengecewakan.

Aplikasi katalisator dalam bidang bisnis misalnya; bilamana kita sedang dalam proses mengembangkan usaha baru umpamanya sedang mengembangkan produksi baru, tentu butuh pemasaran agar produksinya bisa terkenal. Hal ini dibutuhkan katalisator untuk mempercepat pengenalan kepada masyarakat agar pengembangan usaha menjadi makin cepat. Mungkin dengan iklan, reklame, atau upaya-upaya lain, misalnya dengan pesan bersambung (Bahasa Jawa: getok tular) atau dengan melalui media informasi apapun. Itu semua adalah berbagai upaya untuk mempercepat proses reaksi pemasaran yang dalam istilah phenomena kimia disebut: KATALISATOR.

Kesimpulan

Jadi kiranya menjadi jelas tentang phenomena kimia yang diuraikan dalam edisi ke empat ini, bahwa peran katalisator sebagai phenomena kimia dapat menjadi teladan yang ideal untuk membentuk karakter yang baik bagi siapapun, sebagai personal individu, keluarga, masyarakat, bangsa. Semoga dengan keteladanan ini dapat berguna untuk mencapai kebaikan, kemajuan, keberhasilan, keharmonisan, bagi siapapun, dimanapun  untuk usaha bidang apapun. Aamiin

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Tumblr
WhatsApp
Email
Scroll to Top