
SI-FITA (Sistem Informasi Fitofarmaka Indonesia) merupakan sebuah inovasi digital yang dikembangkan untuk mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi yang akurat, komprehensif, dan terpercaya mengenai fitofarmaka di Indonesia. Sistem informasi ini merupakan salah satu luaran hasil penelitian Penelitian Dosen Pemula (PDP) Tahun 2023 yang didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
SI-FITA dikembangkan oleh apt. Sri Suwarni, M.Sc., dosen Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera (STIFERA) Semarang, sebagai bentuk hilirisasi hasil penelitian yang berorientasi pada penyelesaian permasalahan (problem solving) di bidang informasi fitofarmaka. Pengembangan sistem ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya akses masyarakat dan tenaga kesehatan terhadap sumber informasi fitofarmaka yang terintegrasi, mudah dipahami, serta sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia.
Sistem Informasi SI-FITA dirancang untuk memberikan penguatan pengetahuan secara komprehensif mengenai fitofarmaka dengan menitikberatkan pada aspek ilmiah dan regulasi. Informasi yang disajikan disusun berdasarkan hasil penelitian terbaru, regulasi nasional, serta berbagai sumber ilmiah yang valid sehingga dapat menjadi referensi yang terpercaya bagi masyarakat maupun tenaga kesehatan.
Dalam proses pengembangannya, SI-FITA telah melalui tahapan validasi menggunakan metode expert judgment dengan menilai beberapa aspek penting, yaitu *Content (isi), **Accuracy (akurasi), **Ease of Use (kemudahan penggunaan), dan *Format (tampilan sistem). Proses validasi ini memastikan bahwa sistem memiliki kualitas informasi yang baik, mudah digunakan, serta mampu memberikan pengalaman pengguna yang optimal.
Melalui SI-FITA, pengguna dapat memperoleh berbagai informasi mengenai konsep dasar fitofarmaka, klasifikasi dan karakteristik fitofarmaka, regulasi penggunaan fitofarmaka di Indonesia, perkembangan kebijakan pemerintah, serta berbagai aspek peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pengembangan, produksi, distribusi, dan pemanfaatan fitofarmaka. Selain itu, sistem ini juga menyediakan informasi yang mendukung pemantauan produk fitofarmaka yang beredar sehingga dapat meningkatkan literasi masyarakat terhadap penggunaan obat herbal berbasis bukti ilmiah.
SI-FITA tidak hanya ditujukan bagi masyarakat umum, tetapi juga menjadi media pembelajaran dan referensi bagi apoteker, tenaga kesehatan, akademisi, peneliti, mahasiswa, regulator, industri farmasi, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap pengembangan fitofarmaka di Indonesia. Kehadiran sistem informasi ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mengenai penggunaan fitofarmaka yang aman, bermutu, berkhasiat, dan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.
Keberhasilan pengembangan SI-FITA merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera Semarang, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Telogorejo, SMK Nusaputera 1 Semarang, Ikatan Apoteker Indonesia PC Kota Semarang, Balai Besar POM di Semarang, serta seluruh validator, praktisi, akademisi, dan mitra yang telah memberikan dukungan dalam proses perancangan, pengembangan, dan pengujian sistem.
Sebagai salah satu luaran inovasi hasil penelitian, SI-FITA menunjukkan komitmen STIFERA Semarang dalam menghasilkan penelitian yang tidak hanya berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui transformasi digital di bidang kefarmasian. Diharapkan SI-FITA dapat terus dikembangkan sebagai pusat informasi fitofarmaka Indonesia yang terpercaya serta mendukung peningkatan literasi kesehatan dan penguatan penggunaan obat berbahan alam secara rasional, aman, dan berbasis bukti ilmiah.
