
Sebagai bagian dari peningkatan kesiapsiagaan mahasiswa dalam menghadapi keadaan darurat, STIFERA Semarang memberikan edukasi mengenai Penanganan Korban (P3K Dasar). Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan atau kondisi darurat sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) merupakan tindakan awal yang sangat penting untuk mengurangi risiko cedera yang lebih serius dan membantu mempertahankan kondisi korban hingga bantuan profesional tiba. Oleh karena itu, pemahaman mengenai prinsip-prinsip dasar pertolongan pertama menjadi salah satu kemampuan yang perlu dimiliki oleh setiap mahasiswa.
Dalam materi yang diberikan, peserta diajarkan langkah pertama yang harus dilakukan sebelum memberikan pertolongan, yaitu memastikan keamanan diri sendiri, korban, dan lingkungan sekitar. Prinsip ini menjadi dasar utama dalam setiap tindakan pertolongan agar tidak menimbulkan korban tambahan.
Selanjutnya, mahasiswa diperkenalkan pada proses evaluasi kondisi korban menggunakan pendekatan sederhana yang meliputi pemeriksaan kesadaran, jalan napas, pernapasan, sirkulasi darah, serta kondisi fisik secara umum. Pemeriksaan awal ini sangat penting untuk menentukan tindakan yang tepat sesuai kondisi korban.
Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai prosedur menghubungi layanan darurat, pentingnya memberikan informasi yang jelas kepada petugas, serta langkah-langkah dasar dalam memberikan pertolongan pada kasus perdarahan ringan, pingsan, maupun kondisi kegawatdaruratan lainnya.
Materi juga menekankan berbagai hal yang harus dihindari saat melakukan pertolongan pertama, seperti memindahkan korban dengan cedera berat tanpa prosedur yang benar atau memberikan makanan dan minuman kepada korban yang tidak sadar. Pemahaman terhadap tindakan yang tepat dan aman menjadi kunci utama dalam keberhasilan pertolongan pertama.
Melalui edukasi P3K Dasar ini, STIFERA berharap mahasiswa memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai situasi darurat, baik di lingkungan kampus, laboratorium, maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Pengetahuan ini tidak hanya berguna sebagai bekal akademik, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap keselamatan sesama.
Sebagai institusi yang bergerak di bidang kesehatan, STIFERA terus mendorong lahirnya mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan dasar yang bermanfaat bagi masyarakat. Kesiapsiagaan dan kemampuan memberikan pertolongan pertama merupakan bagian penting dari nilai kemanusiaan yang perlu ditanamkan sejak dini.
Pertolongan yang cepat dan tepat dapat menyelamatkan nyawa. Mulailah dari pengetahuan dasar, untuk tindakan yang bermakna.🚑🏥🩹