Tentang STIFERA

Menjadi lembaga pendidikan unggul dalam menghasilkan tenaga kesehatan berkualitas, profesional di bidang farmasi, berwawasan global, berbudi pekerti luhur.

Visi Kami

Menjadi “Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi yang unggul dan beretika dalam saintek kefarmasian di tingkat global pada tahun 2045”

Memiliki Misi sebagai berkut :

1. Menyelenggarakan pendidikan sesuai standar nasional

2. Mengembangkan penelitian dibidang sains-teknologi dan farmasi komunitas-klinik

3. Mengembangkan pengabdian kepada masyarakat dibidang kesehatan

Menghasilkan Ahli Madya Farmasi Profesional yang terampil dalam bidang teknologi farmasi, pengolahan bahan alam (farmakognosi) dan komunikasi. interaksi dengan pasien, kreatif, dan inovatif, siap bekerja di Apotek, Rumah Sakit, Puskesmas, Industri Farmasi serta Instansi kesehatan Pemerintah ataupun Swasta. Kurikulum Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera di desain untuk mempersiapkan mahasiswa mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dan keterampilan yang dimiliki pada dunia kerja yang nantinya akan dihadapi. Penguasaan teknologi informasi, keterampilan berkomunikasi, jiwa wirausaha, budi pekerti luhur ditekankan untuk membekali dan mengawal dalam menentukan masa depan sebagai tenaga teknis kefarmasian yang siap menghadapi perkembangan teknologi di era global, sesuai dengan profil lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera Yaitu Religious, Excellent, Social, Professional, Entrepreneur, Communicator, Trust (RESPECT). Kompetensi utama lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 573/MENKES/SK/VI/2008 Tentang Standar Profesi Asisten Apoteker yaitu :
A. Kompetensi Farmasi Komunitas   
Komponen kompetensi :Mencatat, memesan, menerima, menyimpan dan mengadministrasikan, menghitung biaya sediaan farmasi dan perbekalan kesehatanMelaksanakan prosedur penerimaan, penilaian resep, peracikan, penulisan etiket dan penempelan pada kemasan. Memberikan pelayanan obat bebas, bebas terbatas dan perbekalan kesehatan. Melakukan komunikasi, informasi, edukasi kepada pasien. Mengusulkan kebutuhan dan pengadaan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan sesuai protap. Melaksanakan prosedur penyerahan, pelayanan dan pengobatan mandiri sesuai protap
B. Kompetensi Farmasi Rumah Sakit   
Komponen kompetensi :Melaksanakan prosedur pencatatan, perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, distribusi, kalkulasi biaya, penyerahan obat UDD/ODDdispensing sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan sesuai protapMelakukan komunikasi, informasi, edukasi kepada pasien
C. Kompetensi Farmasi Industri   
Komponen kompetensi :Mengusulkan konsep perencanaan pembelian barang atas permintaan dari PPIC. Melaksanakan kegiatan penerimaan bahan baku, bahan pengemas, maupun produk jadi. Menyimpan barang di gudang berdasarkan standar penyimpanan. Melaksanakan prosedur pengeluaran barang sesuai dengan dokumen permintaan. Melaksanakan prosedur penerimaan, penanganan barang pengembalian, penyimpanan, pemindahan bahan baku, bahan pengemas, produk ruahan, produk antara dan produk jadi sesuai protap. Menimbang bahan baku yang dibutuhkan untuk proses produksi. Melaksanakan ketentuan GLP di laboratorium, pemantauan kondisi lingkungan laboratorium, pemeriksaan peralatan, dan kualitas bahan pengemas sesuai protap. Melaksanakan pembuatan sediaan padat, kapsul lunak, cair non steril, setengah padat, sediaan cair dan setengah padat steril sesuai protap. Melaksanakan prosedur pengemasan, kalibrasi, pemeliharaan alat, pemeriksaan kualitas dan kuantitas, uji keseragaman sesuai protap. Berperan serta dalam penyusunan sampling, tim inspeksi diri, dan analisis secara instrumental sesuai protap

Kompetensi pendukung adalah kompetensi standar lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera untuk menjabarkan harapan dan cita-cita yang tertuang dalam visi, misi dan tujuan pendidikan.

Kompetensi pendukung meliputi :

A. Bahasa asing

    Penjabaran kompetensi :

  1. Menguasai bahasa inggris dalam bentuk lisan maupun tulisan sebagai bahasa komunikasi internasional sehingga mampu mengaktualisasikan diri dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam mengamalkan ilmunya.
  2. Menguasai bahasa inggris dalam bentuk lisan maupun tulisan untuk berkomunikasi di masyarakat keilmuan, sehingga dapat memahami gagasan, informasi, serta pesan yang dikandung dalam komunikasi iptek dengan benar, dalam rangka penguasaan dan pengembangan iptek serta pembangunan kesejahteraan masyarakat.

B. Teknologi Informasi

    Penjabaran kompetensi :

  1. Memahami bahwa teknologi informasi adalah sarana efektif untuk mengembangkan iptek dan membangun kesejahteraan masyarakat serta dampaknya bagi kehidupan manusia.
  2. Mampu memanfaatkan berbagai perangkat teknologi, informasi dan komunikasi yang meliputi perangkat keras, perangkat lunak, jaringan komputer, aspek keamanan untuk mendapatkan dan menyebarkan informasi, mengelola gagasan, memecahkan masalah, dan mengembangkan iptek melalui penelitian

C. Ilmu komunikasi

    Penjabaran kompetensi :

  1. Mampu melaksanakan komunikasi dengan efektif
  2. Mampu mengkomunikasikan informasi obat dengan benar kepada pasien, sehingga pasien dapat melakukan pengobatan sesuai dengan instruksi pada etiket obat.

Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera mempunyai Keunggulan yaitu  lulusan dalam bidang farmasi bahan alam.

  1. Mampu melakukan isolasi metabolit sekunder bahan alam sebagai bahan aktif yang berkhasiat untuk pengobatan
  2. Mampu melakukan identifikasi bahan alam secara makroskopis, mikroskopis, biologi, fisika, dan kimia
  3. Mampu melakukan standarisasi simplisia dan ekstrak bahan alam

Lulusan diharapkan dapat menguasai farmasi bahan alam dengan mempraktekkan dan membuat hasil karya dari bahan herbal yang mempunyai nilai jual. Hasil karya tersebut diolah dan di uji dengan alat – alat teknologi farmasi yang tersedia di laboratorium Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera. Mahasiswa selanjutnya diharapkan mampu mengembangkan dan menjadi pionir dalam memberikan informasi mengenai khasiat obat herbal yang telah diproduksi.

Hasil karya yang sudah dikembangkan adalah syrup kersen dan teh rosella yang telah memiliki ijin PIRT. Unit Produksi ini diharapkan mampu melatih mahasiswa dalam berwirausaha dan mengembangkan ilmu dibidangnya serta membantu kemandirian Institusi.



  • Pelatihan Penggunaan Pemadam Kebakaran sebagai Implementasi Budaya Keselamatan Mahasiswa di STIFERA

    Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera Semarang (STIFERA) terus berkomitmen dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan berbudaya keselamatan. Salah satu bentuk implementasi komitmen tersebut adalah melalui kegiatan pelatihan penggunaan alat pemadam kebakaran yang diperuntukkan bagi mahasiswa.Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya kebakaran yang berpotensi terjadi di…


  • Mahasiswa 3T Berprestasi di STIFERA melalui Dukungan Yayasan Peduli

    Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera Semarang (STIFERA) terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi, termasuk bagi mahasiswa yang berasal dari daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) serta dari latar belakang ekonomi kurang mampu. Melalui dukungan Yayasan Peduli yang berada di bawah asuhan Bapak Agustinus Sarifin, S.Fil., M.H., sebanyak 13 putra daerah asal Pulau Flores…


  • Perluasan Akses Pendidikan Farmasi Berbasis Pemerataan dan Kualitas di STIFERA

    Perluasan Akses Pendidikan Farmasi Berbasis Pemerataan dan Kualitas di STIFERA

    Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera Semarang (STIFERA) terus berupaya memastikan bahwa akses pendidikan tinggi di bidang farmasi dapat dijangkau secara lebih luas oleh masyarakat, tanpa mengesampingkan mutu akademik dan relevansi terhadap kebutuhan pembangunan kesehatan, baik di tingkat lokal maupun nasional. Dalam upaya tersebut, STIFERA secara strategis memfokuskan penjaringan mahasiswa baru dari wilayah Provinsi Jawa Tengah.…


Scroll to Top