
Visi STIFERA dalam menerapkan saintek dengan salah satunya yaitu penerapan system informasi dalam pelayanan kefarmasian terlihat dalam hasil karya Dosen. Salah satu luaran inovasi hasil penelitian hibah Penelitian Kerja Sama Antar Perguruan Tinggi (PKPT) adalah pengembangan SIJAHE (Sistem Informasi Obat Tradisional) yang dapat diakses melalui platform SIJAHE. Aplikasi ini dikembangkan sebagai bentuk implementasi hasil penelitian ilmiah untuk menjawab berbagai permasalahan di masyarakat terkait penggunaan obat tradisional yang masih belum rasional, terbatasnya akses terhadap informasi yang valid, serta belum optimalnya peran apoteker dalam edukasi kesehatan berbasis digital.
Pengembangan SIJAHE merupakan hasil penelitian berjudul “Peningkatan Peran Apoteker sebagai Agent of Change dalam Pemberdayaan Masyarakat dalam Penggunaan Obat Tradisional dengan Menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Obat Tradisional”, yang didanai melalui Program Hibah Penelitian Kerja Sama Antar Perguruan Tinggi (PKPT) oleh Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.
Penelitian ini merupakan kolaborasi antara Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera Semarang dan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Tim Peneliti Pengusul terdiri atas apt. Sri Suwarni, M.Sc. beserta Tim Peneliti lainnya.
Sebagai produk inovasi berbasis hasil penelitian, SIJAHE menyediakan informasi ilmiah mengenai tanaman obat, khasiat, cara penggunaan, keamanan, serta edukasi penggunaan obat tradisional yang benar. Aplikasi ini juga menjadi media pemberdayaan masyarakat dengan memperkuat peran apoteker sebagai agent of change dalam memberikan pelayanan informasi obat tradisional secara mudah, cepat, dan berbasis bukti ilmiah.
Melalui pemanfaatan teknologi informasi, SIJAHE diharapkan mampu meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, mendorong penggunaan obat tradisional secara aman dan rasional, serta menjadi salah satu contoh hilirisasi hasil penelitian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Inovasi ini menunjukkan bahwa hasil penelitian tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga mampu diwujudkan menjadi solusi digital yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan kefarmasian dan kesehatan masyarakat di Indonesia.

