
Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera Semarang (STIFERA) terus berupaya memastikan bahwa akses pendidikan tinggi di bidang farmasi dapat dijangkau secara lebih luas oleh masyarakat, tanpa mengesampingkan mutu akademik dan relevansi terhadap kebutuhan pembangunan kesehatan, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Dalam upaya tersebut, STIFERA secara strategis memfokuskan penjaringan mahasiswa baru dari wilayah Provinsi Jawa Tengah. Meskipun wilayah ini secara umum tidak termasuk dalam kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), institusi secara khusus menyasar kabupaten seperti Grobogan (Purwodadi) dan Blora sebagai basis utama calon mahasiswa. Wilayah-wilayah ini dipandang memiliki potensi sekaligus kebutuhan yang tinggi terhadap peningkatan akses pendidikan dan ketersediaan tenaga kefarmasian.
Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen STIFERA dalam mendukung pemerataan pendidikan tinggi serta berkontribusi pada pemenuhan tenaga kesehatan, khususnya di tingkat regional. Dengan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi putra-putri daerah, diharapkan lulusan STIFERA dapat kembali berkontribusi di daerah asalnya, sehingga memperkuat sistem pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.
Selain itu, STIFERA juga memperluas jangkauan akses pendidikan melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satunya adalah kolaborasi dengan yayasan sosial di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memberikan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian institusi dalam membuka kesempatan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk dari wilayah luar Jawa.
Melalui berbagai strategi tersebut, STIFERA tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang berkontribusi dalam pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.