Komitmen STIFERA Melawan Perundungan dan Intoleransi

Semarang – Sebagai institusi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan etika profesional, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera (STIFERA) menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan akademik yang bebas dari segala bentuk perundungan (bullying) dan intoleransi. Komitmen ini merupakan bagian integral dari program Kampus Sehat, di mana kesejahteraan mental dan rasa aman setiap mahasiswa menjadi prioritas utama.

STIFERA adalah rumah bagi keberagaman. Dengan mahasiswa yang berasal dari berbagai penjuru Nusantara—mulai dari Aceh hingga Papua—serta mahasiswa internasional, keberagaman adalah kekuatan kita. Oleh karena itu, menjaga sikap saling menghargai adalah tanggung jawab kolektif seluruh civitas akademika.


Zero Tolerance terhadap Perundungan dan Intoleransi

STIFERA menerapkan kebijakan “Zero Tolerance” (Nol Toleransi) terhadap tindakan yang mencederai martabat sesama manusia. Hal ini mencakup:

  1. Perundungan Fisik & Verbal: Tindakan kekerasan, intimidasi, penghinaan, atau pengucilan yang dilakukan secara sengaja.
  2. Perundungan Siber (Cyber-Bullying): Penyebaran konten negatif, fitnah, atau pelecehan melalui media sosial dan platform digital lainnya.
  3. Intoleransi: Segala bentuk diskriminasi berdasarkan suku, ras, agama, golongan, maupun perbedaan latar belakang sosial-ekonomi.

Kami percaya bahwa pendidikan farmasi bukan sekadar tentang penguasaan sains, tetapi juga tentang pengasahan empati. Tenaga kesehatan yang berkualitas lahir dari lingkungan yang mengedepankan etika dan rasa hormat.


Mengapa Lingkungan yang Inklusif itu Penting?

  • Kesehatan Mental Mahasiswa: Rasa aman dari tekanan sosial memungkinkan mahasiswa fokus pada pengembangan diri dan prestasi akademik.
  • Kolaborasi Tim: Dunia farmasi membutuhkan kerja sama tim yang solid. Lingkungan yang toleran melatih mahasiswa untuk bekerja dengan rekan dari berbagai latar belakang secara profesional.
  • Kualitas Lulusan: STIFERA bertujuan mencetak farmasis yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki budi pekerti luhur dan siap melayani masyarakat Indonesia yang majemuk.

Mekanisme Pencegahan dan Perlindungan

Guna mewujudkan visi tersebut, STIFERA telah menyediakan sistem perlindungan bagi mahasiswa:

  • Edukasi & Sosialisasi: Menanamkan nilai-nilai antipelecehan dan toleransi melalui kegiatan orientasi mahasiswa, seminar karakter, dan kurikulum etika.
  • Sistem Pelaporan Rahasia (E-Lapor): Mahasiswa yang mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan dan intoleransi dapat melapor secara aman melalui kanal pengaduan resmi. Identitas pelapor akan dijamin kerahasiaannya.
  • Pendampingan Konseling: Memberikan dukungan psikologis bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan terkait kesejahteraan sosial dan mental di kampus.
  • Sanksi Tegas: Setiap pelanggaran akan diproses sesuai dengan peraturan tata tertib mahasiswa STIFERA, mulai dari sanksi administratif hingga tindakan disipliner berat.

Kesimpulan: Suara Anda, Kekuatan Kami

Kami mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadi “Agen Perubahan”. Jangan diam jika melihat ketidakadilan. Mari kita bersama-sama membangun atmosfer kampus yang hangat, tempat di mana setiap perbedaan dirayakan dan setiap individu dihargai.

Di STIFERA, tidak ada tempat bagi kebencian. Kita adalah satu keluarga besar yang berjuang bersama demi masa depan kesehatan bangsa.

Mari Wujudkan STIFERA sebagai Kampus Ramah, Inklusif, dan Beradab.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Tumblr
WhatsApp
Email
Scroll to Top