Semarang – Sebagai institusi yang berfokus pada pencetakan tenaga kesehatan profesional, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera (STIFERA) terus memperkuat perannya dalam mendukung pemerataan pendidikan di Indonesia. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah melalui kebijakan strategis yang memberikan perhatian khusus kepada calon mahasiswa dari latar belakang ekonomi dan sosial kurang mampu, serta mereka yang berasal dari daerah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal).
Kebijakan Afirmasi: Akses Tanpa Batas
STIFERA percaya bahwa potensi akademik yang unggul tidak boleh terhambat oleh kondisi sosial ekonomi. Implementasi kebijakan ini diwujudkan melalui:
- Akses Informasi Luas: Memastikan informasi pendaftaran menjangkau pelosok daerah.
- Skema Beasiswa & Keringanan: Program bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa berprestasi yang memiliki keterbatasan finansial.
- Seleksi Berbasis Potensi: Mekanisme rekrutmen yang tetap mengedepankan mutu akademik dengan mempertimbangkan konteks sosial calon mahasiswa.
Dengan kebijakan ini, STIFERA berupaya memastikan bahwa pendidikan tinggi di bidang Farmasi dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa mengesampingkan mutu dan relevansi terhadap kebutuhan pembangunan kesehatan nasional.
Strategi Regional: Fokus pada Wilayah Strategis Jawa Tengah
Meskipun secara nasional Provinsi Jawa Tengah tidak masuk dalam kategori utama daerah 3T, STIFERA melihat adanya kebutuhan mendesak untuk pemerataan tenaga kefarmasian di tingkat regional. Basis mahasiswa STIFERA banyak berasal dari wilayah Purwodadi dan Blora.
Wilayah-wilayah tersebut menjadi sasaran strategis institusi. Penjaringan mahasiswa dari daerah ini merupakan bentuk kontribusi nyata STIFERA dalam menyediakan tenaga profesional yang nantinya diharapkan dapat kembali dan mengabdi untuk memperkuat layanan kesehatan di daerah asal mereka.
Sinergi Nasional: Dari NTT hingga Papua
Jangkauan inklusivitas STIFERA meluas hingga ke luar Pulau Jawa melalui kolaborasi yang kuat. Salah satu bentuk kerja sama yang telah berjalan baik adalah kemitraan dengan Yayasan Peduli di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kerjasama ini memberikan beasiswa penuh bagi putra-putri berprestasi dari NTT untuk menempuh studi farmasi di Semarang.
Keberagaman latar belakang mahasiswa di STIFERA juga tercermin dari persebaran asal daerah yang mencakup:
- Sumatera: Menjangkau wilayah Bengkulu, Batam, Aceh, Medan, hingga Lampung.
- Kalimantan, Ambon, dan Papua: Kehadiran mahasiswa dari wilayah Timur Indonesia menegaskan posisi STIFERA sebagai institusi berskala nasional yang dipercaya oleh berbagai daerah di Indonesia.
Menjaga Mutu, Mencetak Agen Perubahan
Melalui komposisi mahasiswa yang beragam ini, STIFERA tidak hanya sekadar institusi pendidikan, tetapi juga menjadi wadah integrasi nasional. Dengan tetap menjaga standar mutu akademik yang tinggi, STIFERA berkomitmen melahirkan lulusan yang siap menjawab tantangan kesehatan di daerah masing-masing, memperkecil kesenjangan layanan kesehatan, dan berkontribusi pada kemajuan bangsa secara menyeluruh.